Kecoa di dapur bukan cuma bikin jijik

Reaksi pertama kebanyakan orang pada kecoa adalah jijik. Urusannya sebenarnya lebih panjang dari itu. Hama ini hidup di selokan, saluran air, dan tempat sampah, lalu pindah ke dapur dan ruang makan. Alodokter mencatat kecoa lebih sering masuk rumah saat udara lembap, misalnya ketika musim hujan atau banjir.

Pembawa kuman ke makanan

Kuman menempel di tubuh dan kotoran kecoa. Ecolab, yang merujuk data CDC, menyebut bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus, yang dikaitkan dengan keracunan makanan, diare, dan demam tifoid. Alodokter menambahkan Shigella, virus hepatitis A, rotavirus, dan cacing yang umumnya mengganggu pencernaan.

Perpindahannya bersifat mekanis, jadi kecoa tidak perlu menggigit. Cukup berjalan di atas makanan yang terbuka atau peralatan makan, dan kuman sudah ikut pindah.

Pemicu alergi dan asma

Kotoran, serpihan kulit, dan bangkai kecoa mengandung alergen. Sebuah penelitian yang didanai NIH di Amerika Serikat melibatkan 937 anak dengan asma di sejumlah kota besar. Hasilnya, alergen kecoa termasuk pemicu asma dari lingkungan yang paling kuat. Anak yang terpapar lebih sering batuk, mengi, terbangun di malam hari, dan tidak masuk sekolah (NIEHS lewat Newswise, 2005).

Penelitian itu dilakukan di lingkungan perkotaan padat di Amerika Serikat, jadi angkanya tidak bisa langsung disamakan dengan semua rumah. Pesannya tetap sama: kecoa bukan sekadar urusan rasa jijik.

Kebiasaan yang membantu menguranginya

  • Sapu dan pel rutin, termasuk remah di celah bawah perabot. Sedot debu karpet dua sampai tiga kali seminggu.
  • Simpan makanan di wadah tertutup. Jangan biarkan makanan atau tumpukan piring kotor menginap semalaman.
  • Buang sampah tepat waktu dan tutup tempat sampah rapat.
  • Jaga rumah tidak terlalu lembap dengan ventilasi yang baik, dan perbaiki pipa atau atap yang bocor.
  • Tutup celah dan lubang kecil yang bisa jadi jalan masuk.

Kalau memakai produk pengendali hama, ikuti petunjuk di labelnya supaya tidak tertelan atau terhirup.

Bila ada anggota keluarga yang sering batuk, sesak, atau mengalami gangguan pencernaan berulang dan dicurigai berkaitan dengan kondisi rumah, periksakan ke fasilitas kesehatan.

Sumber

Semua tulisan